Rabu, 06 Januari 2016

Musisi Jalanan dan Budaya


Gambar di atas diambil di daerah kawasan Kota Tua tanggal 27 Desember 2015.

Seperti yang kita tahu, di Kota Tua selalu ada banyak sekali pameran-pameran, seperti badut-badut, atraksi silat, pertunjukkan wayang orang, bahkan sampai atraksi kuda lumping.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah pertunjukkan musik yang dibawakan oleh sekelompok pemuda. Mereka membawakan musik keroncong dengan alat musik yang unik.

Bisa dilihat, salah satu pemuda memainkan alat musik yang tak asing bagi kita, yaitu angklung. Uniknya, ia tidak hanya memainkan satu angklung, melainkan memainkan beberapa angklung yang telah disusun sedemikian rupa. Cara memainkannya pun tidak digoyangkan seperti memainkan angklung seperti biasa, tetapi angklung-angklung tersebut dipukul dengan tongkat secara bergantian.

Jangan lupakan beberapa alat musik lain lagi yang digunakan. Tak kalah unik dengan cara penggunaan angklung, alat musik pendampingnya terbuat dari barang-barang bekas. Seperti tong plastik yang dijadikan drum oleh musisi jalanan tersebut. Meski begitu, suara khas angklung masih terasa. Bahkan terdengar semakin indah.

Jika dilihat, mereka hanyalah musisi jalanan biasa. Tetapi mereka menjalankan pekerjaan tersebut dengan sebuah tujuan.

Selain dengan memanfaatkan barang-barang bekas menjadi alat musik, mereka, secara tidak langsung, ikut melestarikan budaya Indonesia dengan menggunakan alat tradisional, angklung, dan membawakan lagu-lagu keroncong khas Jawa.

Yang dilakukan para pemuda ini perlu diapresiasikan. Pasalnya, jaman sekarang sudah jarang sekali anak muda yang peduli terhadap budaya Indonesia.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar