Rabu, 06 Januari 2016
Musisi Jalanan dan Budaya
Senin, 04 Januari 2016
Keadaan Kebudayaan di Kehidupan Masyarakat Indonesia akibat Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan suatu negara bisa dikatakan sudah mulai mengalami kemajuan. Mempunyai negara yang maju memang harapan semua masyarakat, dan kini hampir semua negara sudah mengalami kemajuan tersebut. Mulai dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, transportasi, bahkan budaya sekalipun, itu semua karena pengaruh dari globalisasi.
Akibat dari pengaruh globalisasi tersebut banyak dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan. Dampak positif dari pengaruh globalisasi sudah bisa kita rasakan sendiri, yaitu teknologi yang semakin canggih, kemajuan alat transportasi dan ilmu pengetahuan lebih luas. Tetapi dalam sisi negatifnya, karena pengaruh dari globalisasi ini, banyak budaya barat yang juga ikut masuk di negara kita. Akibat pengaruh budaya tersebut, banyak generasi muda yang lebih memilih budaya barat daripada budaya tradisionalnya. Itu dikarenakan pola pikir mereka yang menganggap jika budaya barat itu lebih modern dan lebih populer, sehingga kesadaran mereka dalam melestarikan budaya tradisional menurun.
Contohnya adalah musik luar negeri yang sudah masuk ke Indonesia. Anak muda jaman sekarang jika ditanya tentang lagu barat akan langsung mengerti. Bahkan bisa menghafalnya dengan mudah. Tapi mereka akan lupa atau malah tidak tahu jika ditanya mengenai musik atau lagu daerah.
Itu semua menyebabkan keberadaan budaya tradisional di negara kita mulai memprihatinkan. Dahulu, budaya tradisional di negara kita tak terhitung jumlahnya karena begitu banyak ragamnya. Mulai dari tarian, bahasa, alat musik, dan masih banyak lagi. Tetapi sekarang budaya tradisional di negara kita sangat sedikit, bahkan nyaris menghilang. Jarang sekali sekarang kita temui ada anak muda yang mau untuk memperhatikan kebudayaan tradisional negaranya, itu semua karena anggapan mereka tentang kebudayaan tradisional negaranya, itu semua karena anggapan mereka tentang kebudayaan tradisional salah. Sehingga mereka malu untuk mengakui jika kebudayaan tradisional adalah kebudayaan mereka.
Ketika kebudayaan kita sudah dicuri, barulah anak muda Indonesia berani bicara untuk meminta kembali budaya yang telah dicuri tersebut. Saat seperti negara tentagga kita mengklaim salah satu kebudayaan khas Indonesia; Reog Ponorogo asli Jawa Timur, Indonesia.
Anak muda jaman sekarang perlu merasakan akibat dari suatu hal yang selama ini tidak mereka jaga baik-baik. Dan saat itulah mereka bisa sadar.
Apabila pemikiran para generasi muda tidak pulih kembali untuk mencintai budaya tradisionalnya, cepat atau lambat pasti kebudayaan kita akan jauh lebih terkikis. Oleh karenanya, sebelum itu semua terjadi, kita sebagai para generasi muda harus berani memperjuangkan kembali kebudayaan tradisional nenek moyang yang sudah diwariskan kepada kita.
