Jumat, 29 April 2016

English Exercise

Exsercise 6 : Simple Present and Present Progressive

Choose either the simple present or present progressive in the following sentences.

1.      Something smells (smell) very good.

2.      We are eating (eat) dinner at seven o’clock tonight.

3.      He practices  (practice) the piano every day.

4.      They are driving (drive) to school tommorow.

5.      I  believe (believe)  you.

6.      Maria has (have) a cold.

7.      Jorge is swimming (swim) right now.

8.      John hates (hate) smoke.

9.      Jill always gets (get) up at 6.00 A.M.

10.  Jerry is mowing (mow) the lawn now.

 

Exercise 7: Simple Past Tense and Past Progressive

Use either the simple past tenseor past progressive in the following sentences as appropriate.

1.      Gene was eating (eat)  dinner when his friend called.

2.      While Maria was cleaning the apartment, her husband slept(sleep).

3.      At there o’clock this morning, Eleanor was studying (study).

4.      When mark arrived, the Johnsons was having (have) dinner, but they stopped in order to talk him.

5.      John went (go) to france last year.

6.      When the teacher entered (enter) the room, the students were talking.

7.      While Joan was writing the report, Henry looked (looks) for more information.

8.      We saw (see) this movie last night.

9.      At one time, Mr Roberts was owning (own)  this building.

10.  Jose was writing (write) a letter to his family when his pencil broke (break).

 

Exercise 8 : Present Perfect and Simple Past 

Use either the present perfect or the simple past in the following sentences.

1. John has written his report last night

2. Bob has seen this movie before.

3. Jorge has already read the newspaper.

4. Mr. Johnson has worked in the same place for thirty-five years, and he is not planning to retire yet.

5. We haven’t begun to study for the test yet.

6. George has went to the store at ten o’clock this morning.

7. Joan has traveled around the world.

8. Betty has written a letter last night.

9. Guillermo has called his employer yesterday.

10. We haven’t seen this movie yet.

Minggu, 03 April 2016

Me as a College Student

My name is Intania Cahya Pramesty, you guys can call me Intania and I'm 19 years old. I was a first year student at Gunadarma University. Here, I would like to share my experience of being a student. I was excited when entering the world of lectures. Considering college life is very different from high school life. Ranging from hours of study, all kinds of friends who would you meet, until the clothes you wore while going to school. It took a little longer for me to be able to adjust to college life that I thought hard. Fortunately, I get a class with a fun friend. They made ​​me feel comfortable while studying in class. Plus, they accepted me as a friend. Even so, their differences of opinion can make our class divided. But, hey! We are a college student now, we all can solve problems that occur with ease. It's just an easy thing actually.

The days passed. I run my life as usual. Go to school every day, doing all the tasks, and of course, go hangout with all my friends. Sometimes, I feel lazy when studying for many tasks. And prefer to hang out with friends . Even so, they always remind me to learn everyday. Until it was time, for the final exams. Although I mostly spend to go hangout than learning, I still focus on getting high marks in every exam. Aaand... in the end, I managed to get a high score. Very high. And I'm very proud and very happy with my accomplishments. Now I have to do is just maintain or even increase its value. Just... wish me luck!:)

Rabu, 06 Januari 2016

Musisi Jalanan dan Budaya


Gambar di atas diambil di daerah kawasan Kota Tua tanggal 27 Desember 2015.

Seperti yang kita tahu, di Kota Tua selalu ada banyak sekali pameran-pameran, seperti badut-badut, atraksi silat, pertunjukkan wayang orang, bahkan sampai atraksi kuda lumping.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah pertunjukkan musik yang dibawakan oleh sekelompok pemuda. Mereka membawakan musik keroncong dengan alat musik yang unik.

Bisa dilihat, salah satu pemuda memainkan alat musik yang tak asing bagi kita, yaitu angklung. Uniknya, ia tidak hanya memainkan satu angklung, melainkan memainkan beberapa angklung yang telah disusun sedemikian rupa. Cara memainkannya pun tidak digoyangkan seperti memainkan angklung seperti biasa, tetapi angklung-angklung tersebut dipukul dengan tongkat secara bergantian.

Jangan lupakan beberapa alat musik lain lagi yang digunakan. Tak kalah unik dengan cara penggunaan angklung, alat musik pendampingnya terbuat dari barang-barang bekas. Seperti tong plastik yang dijadikan drum oleh musisi jalanan tersebut. Meski begitu, suara khas angklung masih terasa. Bahkan terdengar semakin indah.

Jika dilihat, mereka hanyalah musisi jalanan biasa. Tetapi mereka menjalankan pekerjaan tersebut dengan sebuah tujuan.

Selain dengan memanfaatkan barang-barang bekas menjadi alat musik, mereka, secara tidak langsung, ikut melestarikan budaya Indonesia dengan menggunakan alat tradisional, angklung, dan membawakan lagu-lagu keroncong khas Jawa.

Yang dilakukan para pemuda ini perlu diapresiasikan. Pasalnya, jaman sekarang sudah jarang sekali anak muda yang peduli terhadap budaya Indonesia.

Senin, 04 Januari 2016

Keadaan Kebudayaan di Kehidupan Masyarakat Indonesia akibat Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan suatu negara bisa dikatakan sudah mulai mengalami kemajuan. Mempunyai negara yang maju memang harapan semua masyarakatdan kini hampir semua negara sudah mengalami kemajuan tersebut. Mulai dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, transportasi, bahkan budaya sekalipun, itu semua karena pengaruh dari globalisasi.


Akibat dari pengaruh globalisasi tersebut banyak dampak positif maupun negatif yang ditimbulkanDampak positif dari pengaruh globalisasi sudah bisa kita rasakan sendiriyaitu teknologi yang semakin canggih, kemajuan alat transportasi dan ilmu pengetahuan lebih luas. Tetapi dalam sisi negatifnya, karena pengaruh dari globalisasi ini, banyak budaya barat yang juga ikut masuk di negara kita. Akibat pengaruh budaya tersebut, banyak generasi muda yang lebih memilih budaya barat daripada budaya tradisionalnya. Itu dikarenakan pola pikir mereka yang menganggap jika budaya barat itu lebih modern dan lebih populer, sehingga kesadaran mereka dalam melestarikan budaya tradisional menurun.


Contohnya adalah musik luar negeri yang sudah masuk ke Indonesia. Anak muda jaman sekarang jika ditanya tentang lagu barat akan langsung mengerti. Bahkan bisa menghafalnya dengan mudah. Tapi mereka akan lupa atau malah tidak tahu jika ditanya mengenai musik atau lagu daerah.


Itu semua menyebabkan keberadaan budaya tradisional di negara kita mulai memprihatinkan. Dahulu, budaya tradisional di negara kita tak terhitung jumlahnya karena begitu banyak ragamnya. Mulai dari tarian, bahasa, alat musik, dan masih banyak lagi. Tetapi sekarang budaya tradisional di negara kita sangat sedikit, bahkan nyaris menghilang. Jarang sekali sekarang kita temui ada anak muda yang mau untuk memperhatikan kebudayaan tradisional negaranya, itu semua karena anggapan mereka tentang kebudayaan tradisional negaranya, itu semua karena anggapan mereka tentang kebudayaan tradisional salah. Sehingga mereka malu untuk mengakui jika kebudayaan tradisional adalah kebudayaan mereka.


Ketika kebudayaan kita sudah dicuri, barulah anak muda Indonesia berani bicara untuk meminta kembali budaya yang telah dicuri tersebut. Saat seperti negara tentagga kita mengklaim salah satu kebudayaan khas Indonesia; Reog Ponorogo asli Jawa Timur, Indonesia.


Anak muda jaman sekarang perlu merasakan akibat dari suatu hal yang selama ini tidak mereka jaga baik-baik. Dan saat itulah mereka bisa sadar.


Apabila pemikiran para generasi muda tidak pulih kembali untuk mencintai budaya tradisionalnya, cepat atau lambat pasti kebudayaan kita akan jauh lebih terkikis. Oleh karenanya, sebelum itu semua terjadi, kita sebagai para generasi muda harus berani memperjuangkan kembali kebudayaan tradisional nenek moyang yang sudah diwariskan kepada kita.